Kuliner

Jagung Bakar Chandra Ekajaya

chandra ekajaya bakar jagung

Bagi seorang pria yang lahir di tanah para dewa, Wonosobo, pada tanggal 27 September 1997 ini belajar bisnis bukanlah perkara teori semata, tetapi bisnis adalah sebuah laku yang harus diaplikasikan dan dipraktekkan. Itulah prinsip yang dipegang oleh Chandra Ekajaya, seorang pengusaha yang sudah membuktikan kepiawaiannya berbisnis jagung bakar. Duka dan suka dalam menumbuh kembangkan bisnis jagung bakar miliknya sudah ia jalani secara penuh dan matang.

Chandra Ekajaya memulai bisnis jagung bakarnya sejak masih menempuh pendidikan tingkat pertama. Saat itu ia bersekolah sambil menjajakan jagung bakarnya di kawasan alun-alun kota Wonosobo. Pada awalnya tentu ia hanya membantu kedua orang tuanya.

Tetapi setelah bertambahnya usia, Chandra Ekajaya justru semakin fokus dan matang baik secara manajemen maupun secara inovasi dan kreasi. Ia pun adalah orang yang menyukai kuliner, sehingga minat dan bisnisnya sangat cocok. Saat menempuh pendidikan tingkat atas, berjualan jagung bakar masih terus dilakoninya. Tidak pernah muncul kata gengsi atau pun malu dari bibir dan raut mukanya. Ia justru merasa bangga karena meskipun masih muda tetapi setidaknya ia bisa meringankan beban orang tua.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko bakar jagung

Saat masih bersekolah, yang dipikirkan oleh anak-anak tentu saja tambahan uang saku. Itulah motif awal yang mendorong dan melatar belakangi jiwa kewirausahaan Chandra Ekajaya. Tetapi saat menginjak bangku kuliah, ia mempunyai ide dan gagasan yang sangat visioner.

Chandra Ekajaya sang pengusaha jagung bakar itu pun ingin menjadikan jagung bakar sebagai tren anak muda di kala berkumpul, apel, atau pun nonkrong. Dengan menyasar anak muda, ia berharap keinginan untuk menikmati jagung bakar rasa akan semakin meningkat.

Jagung Bakar Rasa adalah brand yang hendak dipopulerkan oleh Chandra Ekajaya di tanah Wonosobo. Ia sangat yakin dan optimis bahwa jagung bakar akan menjadi makanan khas anak muda hits kabupatennya. Berbagai komunitas dan band-band pun ia gaet untuk menjadi ikon sekaligus model iklan jagung bakarnya. Semua itu ia unggah ke dalam media sosial. Dari media sosial itulah kemudian masyarakat Wonosobo mulai mengenal Jagung Bakar Rasa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s